Kehilangan yang Tidak Pernah Diumumkan
Tidak semua kehilangan datang bersama perpisahan. Sebagian hadir melalui percakapan yang semakin jarang. Melalui jeda yang perlahan memanjang. Melalui cerita-cerita kecil yang dulu selalu dibagikan, lalu entah sejak kapan mulai disimpan sendiri. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada pintu yang ditutup. Tidak ada kalimat yang benar-benar mengatakan bahwa semuanya telah berubah. Hanya sebuah ritme yang tidak lagi sama. Dulu, kehadiran seseorang bisa menjadi bagian dari keseharian. Bukan karena selalu membicarakan hal penting, melainkan karena ada kebiasaan untuk saling berbagi. Tentang sesuatu yang baru dilihat, kejadian kecil sepanjang hari, atau pikiran yang mungkin tidak berarti bagi siapa pun selain orang yang mendengarnya. Percakapan-percakapan sederhana itu kemudian menjadi semacam rumah. Tempat singgah yang tidak pernah direncanakan, tetapi selalu terasa tersedia. Ketika intensitasnya mulai berkurang, yang terasa hilang bukan hanya pesan atau suara. Ada ruang dalam hari yang mendadak ...