Tentang Program yang Tidak Boleh Disakralkan

Setiap kali sebuah program dikritik, selalu ada kalimat yang muncul lebih dulu.

"Yang penting rakyat terbantu."


Lalu kritik terhadap pelaksanaan dipelintir seolah-olah menjadi penolakan terhadap tujuan program itu sendiri.


Padahal keduanya tidak pernah sama.


Tidak ada yang menolak anak-anak mendapatkan makanan bergizi.

Tidak ada yang keberatan jika negara hadir membantu mereka yang membutuhkan.


Yang dipertanyakan adalah sesuatu yang memang harus dipertanyakan.

Apakah anggarannya dikelola dengan benar?

Apakah pelaksanaannya tepat sasaran?

Apakah kualitasnya sesuai dengan yang dijanjikan?

Apakah setiap rupiah benar-benar sampai kepada mereka yang berhak menerimanya?


Karena program publik bukan sekadar soal niat.

Ia adalah amanah yang dibiayai oleh uang rakyat.


Maka wajar jika rakyat bertanya.

Wajar jika rakyat mengawasi.

Wajar jika rakyat mengkritik.

Sebab kritik bukanlah upaya menggagalkan sebuah program.

Kritik adalah cara memastikan sebuah program tetap berada di jalur yang benar.


Tetapi ketika sebuah program dianggap tidak boleh dikritik, yang pertama kali hilang bukan perdebatan, melainkan akuntabilitas.

Dan itu jauh lebih genting.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika karya foto tidak lagi atas namaku

Seven Lakes Festival Probolinggo : Dua Event, Banyak Cerita

Enam Tahun JEDA, dan MULAI LAGI