Yang Menari di Pantai Watu Pecak
Aku datang ke Pantai Watu Pecak siang itu dengan satu tujuan sederhana: memotret. Merekam Segoro Topeng lewat lensa kamera. Membawa pulang warna, gerakan, ekspresi, dan potongan cerita dari sebuah tradisi yang baru pertama kali kusaksikan. Awalnya, aku mengira yang akan paling kuingat adalah kemegahannya. Dan memang, sulit untuk tidak terpukau. Di hadapanku, ratusan penari memenuhi pasir Watu Pecak. Berbalut warna merah yang menyala, mereka bergerak mengikuti irama yang sama. Tangan terangkat bersamaan, langkah kaki berpindah seirama, seolah setiap orang tahu kapan harus bergerak dan kapan harus memberi ruang. Ada sesuatu yang menggetarkan dari sebuah tarian kolosal. Bukan hanya karena banyaknya manusia yang terlibat, tetapi karena untuk beberapa saat, ratusan individu memilih menjadi bagian dari satu cerita yang sama. Mereka mungkin datang dengan latar belakang berbeda. Dengan kehidupan masing-masing. Dengan cerita masing-masing. Namun hari itu, di tepi laut Watu Pecak, mereka bergera...