Warisan

Yang berganti adalah rezimnya.

Yang tetap tinggal seringkali persoalannya.

Aku lahir, tumbuh, dan kini hampir lima puluh tahun hidup di negeri ini.

Cukup lama untuk menyaksikan lebih dari satu rezim datang dengan harapan, lalu pergi sambil meninggalkan pekerjaan rumah bagi rezim berikutnya.

Setiap pergantian membawa janji baru.

Setiap pidato menjanjikan perubahan.

Setiap awal pemerintahan selalu dimulai dengan keyakinan bahwa kali ini akan berbeda.

Dan memang, banyak hal berubah.

Jalan bertambah panjang.

Gedung semakin tinggi.

Teknologi membuat dunia terasa lebih dekat.


Tetapi mengapa ada persoalan yang seolah menolak menjadi masa lalu?


Korupsi berganti wajah.

Ketimpangan berganti bentuk.

Bencana datang dengan penyebab yang terus diperdebatkan, sementara korbannya hampir selalu orang-orang yang sama.


Barangkali masalah terbesar negeri ini bukan karena kita kekurangan orang yang mampu membangun.

Melainkan karena terlalu banyak persoalan yang hanya dipindahkan, bukan diselesaikan.


Dari satu meja ke meja berikutnya.

Dari satu jabatan ke jabatan berikutnya.

Dari satu rezim ke rezim berikutnya.


Dan tanpa sadar, dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Mungkin itulah warisan yang paling mahal.


Bukan karena nilainya.

Melainkan karena yang harus membayarnya adalah mereka yang tidak pernah ikut menciptakannya.


Anak-anak yang mewarisi sungai yang kotor.

Udara yang semakin sesak.

Ruang publik yang menyempit.

Kepercayaan yang terus terkikis.


Aku tidak menulis ini karena membenci negeriku.

Justru sebaliknya.

Semakin bertambah usia, semakin kusadari bahwa mencintai negeri tidak cukup hanya dengan rasa bangga.


Mencintai juga berarti berani bertanya mengapa persoalan yang sama terus diwariskan kepada mereka yang datang setelah kita.

Sebab bangsa yang besar bukanlah bangsa yang tidak pernah gagal.

Melainkan bangsa yang berhenti mewariskan kegagalan yang sama.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ketika karya foto tidak lagi atas namaku

Seven Lakes Festival Probolinggo : Dua Event, Banyak Cerita

Enam Tahun JEDA, dan MULAI LAGI